CAPETARIA TUTUP, RIZQI MAMPET

April 23, 2008

Oleh: Joemardi poetra

Cafetaria Kopma, siapa yang tidak mengenalnya. sebuah tempat dimana mahasiswa-siswi UIN melakukan berbagai aktivitas, tak terkecuali diskusi terbatas dengan beberapa teman dengan ditemani oleh beberapa cangkir kopi, atau sekedar berhenti sejenak sembari menunggu waktu masuk kuliah tiba.

Tapi kini, tempat itu telah tiada, entah kenapa dan bagaimana Kopma merealisasikan kembali cafetaria atau memang ada ‘pemain baru’ di kampus putih yang mengambil alih salah satu sektor ekonomi yang digalak oleh kopma selama ini. Tapi yang jelas, ditutupnya Capetaria tersebut telah mendatangkan kabar buruk bagi beberapa para pekerja yang selama ini sangat bergantung pada profesi tersebut.

Dialah Kusminah, salah seorang pekerja cafetaria yang terpaksa diberhentikan sementara oleh Kopma, dikarenakan capetaria tutup. Kusminah, namanya memang tak sefamiliar masakannya yang biasa disantap kebanyakan mahasiswa di cafetaria kopma dulu. Ditangannya, cafetaria telah menjadi primadona di kampus uin, bahkan saat ini ketika keberadaan kafetari Kopma sudah tak ada lagi, kenangan akan kesuksesannya masih tergambar jelas di wajahnya.

Baca entri selengkapnya »


TARIAN RUMPUT *

April 23, 2008

*oleh: shelly fitriyahh

Raut wajahku membiru. Ini surat pertamanya. Datang tanpa aku duga. Entah harus berperasaan seperti apa. Begitu mendadak ketika semua telah berakhir dan kututup.

Buat bintang hatiku

Kinanti

Kin…

Semburat awan senja masih menyapu mata, Kin. Namun tanganku menuntunku menemuimu dalam kata. Surat ini bukanlah surat pertama yang ku tulis karena ketidak hadiranmu. Ini surat keseratus, keseribu. Entahlah. Namun rinduku padamu tak terperi lagi. Hingga kepongahanku tak muncul lagi. Saking bekunya hatiku.

Baca entri selengkapnya »


Dilema Usaha Peng-ilmuan Agama

April 23, 2008

Oleh: Hafedz Ghazalie

Dilihat dari nilai jualnya, buku terbitan pokja akdemik UIN Sunan Kalijaga 2006 dengan judul Kerangka Dasar Keilmuan Dan Pengembangan Kurikulum Uin Sanan Kalijaga, jelas tidak menjanjikan. Best Seller pun barangkali tidak pernah jadi mimpi. Nilai penting buku ini memang tidak pada pada respon pasar. Namun lebih pada diskursus yang dikandung bagi reproduksi realitas UIN setelah konversi dari IAIN terjadi tahun 2004.

Penyebaran wacana paradigma integrasi-interkoneksi dengan medium buku merupakan bentuk praktik kuasa diskursif untuk merekonstruksi bangunan pengetahuan dan basis social UIN dimasa mendatang . Keberadaan suatu wacana harus kita pahami sebagai instrument sekaligus efek dari kuasa. Sebagai instrument, munculnya suatu wacana bisa dipahami sebagai bagian dari agenda kuasa pembentukan formasi identitas social, relasi sosial dan system pengetahuan yang berbeda sama sekali dengan apa yang dipunyai sebelumnya. Sedangkan totalitas struktur episteme dan tindakan yang termanifestasikan dalam suatu diskursus dominan tidak lain adalah efek dari kuasa itu sendiri. Pengetahuan mempengruhi pilihan strategi dan terbentuknya relasi kuasa, pada saat yang sama kuasa juga menentukan formasi pengetahuan dan dunia makna yang dihayati.Relasi dan parktik kuasa tidak hanya ditentukan oleh penguasaan atas modal sosio-politik dan modal ekonomis, tapi yang lebih esensisal adalah peneguasaan atas modal simbolis cultural. Dari modal simbolis cultural, praktik kuasa yang mampu mempengaruhi penilain sekaligus mengarahkan pilihan bebas seseorang terhadap obyek disekitarnya dapat terjadi.

Baca entri selengkapnya »


DARMA WANITA UIN, Monopoli Kantin Kampus

April 23, 2008

Oleh: Mia.W. Asghar

Cafetaria KOPMA yang telah menjadi primadona di UIN terancam gulung tikar. Darma Wanita disebut sebut sebagai ‘pemain baru’yang akan menguasai sector ekonomi kampus dengan melakukan monopoli pengelolaan mayoritas kantin universitas.

Terasa hambar jika kita berbicara Kopma tanpa mengingat sebuah tempat nongkrongnya para mahasiswa-siswi yang ada di UIN. Tempat nongkrong yang telah menjadi primadona di sector ekonomi kampus, kini tidak jelas keberadaanya

Burlian Sanjaya ketua kopma mengaku pihaknya telah berusaha melakukan berbagai cara untuk menghidupkan kembali cafetaria tersebut, tapi sampai saat ini belum ada tanggapan apaun dari pihak rektorat ”kita sudah melakukan rapat beberapa kali dengan rektorat, tapi sampai sekarang keluhan kita tidak ditanggapi sama sekali” tuturnya pada tim slilit. Bahkan untuk sekedar mengusahakan tempat parkiran terpadu sebagai altenatif Cafetaria, rektorat juga tidak menaggapinya. Menurut kabar yang beredar, tambah Burlian, di tutupnya cafetari kopma karena adanya ‘pemain baru’ yang berusaha menguasi kantin di wilayah UIN.

Baca entri selengkapnya »