Dilema Usaha Peng-ilmuan Agama

April 23, 2008

Oleh: Hafedz Ghazalie

Dilihat dari nilai jualnya, buku terbitan pokja akdemik UIN Sunan Kalijaga 2006 dengan judul Kerangka Dasar Keilmuan Dan Pengembangan Kurikulum Uin Sanan Kalijaga, jelas tidak menjanjikan. Best Seller pun barangkali tidak pernah jadi mimpi. Nilai penting buku ini memang tidak pada pada respon pasar. Namun lebih pada diskursus yang dikandung bagi reproduksi realitas UIN setelah konversi dari IAIN terjadi tahun 2004.

Penyebaran wacana paradigma integrasi-interkoneksi dengan medium buku merupakan bentuk praktik kuasa diskursif untuk merekonstruksi bangunan pengetahuan dan basis social UIN dimasa mendatang . Keberadaan suatu wacana harus kita pahami sebagai instrument sekaligus efek dari kuasa. Sebagai instrument, munculnya suatu wacana bisa dipahami sebagai bagian dari agenda kuasa pembentukan formasi identitas social, relasi sosial dan system pengetahuan yang berbeda sama sekali dengan apa yang dipunyai sebelumnya. Sedangkan totalitas struktur episteme dan tindakan yang termanifestasikan dalam suatu diskursus dominan tidak lain adalah efek dari kuasa itu sendiri. Pengetahuan mempengruhi pilihan strategi dan terbentuknya relasi kuasa, pada saat yang sama kuasa juga menentukan formasi pengetahuan dan dunia makna yang dihayati.Relasi dan parktik kuasa tidak hanya ditentukan oleh penguasaan atas modal sosio-politik dan modal ekonomis, tapi yang lebih esensisal adalah peneguasaan atas modal simbolis cultural. Dari modal simbolis cultural, praktik kuasa yang mampu mempengaruhi penilain sekaligus mengarahkan pilihan bebas seseorang terhadap obyek disekitarnya dapat terjadi.

Baca entri selengkapnya »