*oleh: shelly fitriyahh
Raut wajahku membiru. Ini surat pertamanya. Datang tanpa aku duga. Entah harus berperasaan seperti apa. Begitu mendadak ketika semua telah berakhir dan kututup.
Buat bintang hatiku
Kinanti
Kin…
Semburat awan senja masih menyapu mata, Kin. Namun tanganku menuntunku menemuimu dalam kata. Surat ini bukanlah surat pertama yang ku tulis karena ketidak hadiranmu. Ini surat keseratus, keseribu. Entahlah. Namun rinduku padamu tak terperi lagi. Hingga kepongahanku tak muncul lagi. Saking bekunya hatiku.
Ditulis oleh slilitarena